Peta wisata

Written by Ipong
Monday, 19 April 2010 01:53

Berikut ini adalah peta lokasi karimun jawa beserta daerah daerah wisatanya :

Peta Karimunjawa

sumber : http://www.teguhbs92.co.cc/2009/12/objek-wisata-karimunjawa.html

 

Transportasi

Written by Ipong
Saturday, 17 April 2010 22:50

Untuk menuju Karimunjawa, Anda dapat menggunakan beberapa alternatif pilihan berikut ini:

  • Kapal Cepat dari Semarang

    Anda ingin Ke Karimunjawa ? Dari Semarang, Anda Bisa pergi ke Karimunjawa melalui Pelabuhan Tanjung Emas dengan menggunakan kapal cepat. Perjalanan dari Semarang ke Karimunjawa sekitar 3,5 – 4  jam

  • Kapal dari Jepara

    Jika Anda memilih pergi ke Karimunjawa dari Jepara, Anda dapat melalui Pelabuhan Kartini. Anda bisa memilih menggunakan kapal cepat, pada hari senin minggu pertama dan minggu ke 3 ( 2,5 jam ) atau anda bisa  juga menggunakan kapal Fery Muria yang lebih murah dari Jepara. Perjalanan dari Jepara ke Karimunjawa Fery muria sekitar 5,5 hingga 6 jam.

  • Pesawat

    Selain itu, bagi Anda yang memiliki cukup dana, ada pesawat kecil dg kapasitas 6 orang di Bandara Ahmad Yani Semarang dapat disewa menuju Bandar Udara Dewa Daru di Pulau Kemujan (salah satu pulau di Karimunjawa yang sekarang sudah menjadi satu dg pulau karimunjawa yg di hubungkan dg sebuah jembatan). Dengan pesawat, Anda dapat melihat keindahan Karimunjawa dari atas sebelum mendarat di lapangan terbang yang ada di Karimunjawa. Perjalanan dengan pesawat membutuhkan waktu sekitar 30 menit, ongkos carter pesawat ini pada saat kami menulis per jam $ 1,750,00 ( minimal carter 2 jam)

Menikmati keindahan pulau ini dan merasakan ketenangannya akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. nikmati perjalanan ke karimunjawa pilih waktu yang tepat dan cuaca yang bersahabat sehingga Anda dapat leluasa menjelajah dan menikmati kepulauan Karimunjawa. Nikmati pesona keindahan alam di Karimunjawa.

NB.PERUBAHAN DAPAT TERJADI SEWAKTU- WAKTU

sumber : http://www.teguhbs92.co.cc/2009/12/objek-wisata-karimunjawa.html

 

karimun jawa

Written by Ipong
Saturday, 17 April 2010 22:41

Karimun Jawa Karimun Jawa Karimun Jawa Haluan Indonor

Kepulauan Karimunjawa menjadi surga bagi para snorkler dan penyelam (diver). Anda dapat melakukan berbagai kegiatan di dalam jernihnya air. Berenang (Swiming), menyelam (diving), atau snorkeling akan terasa menyenangkan.

Keindahan terumbu karang serta ikan berwarna-warni di dalam laut, yang mempunyai jenis terbanyak, akan menjadi daya tarik untuk bermain-main di dalam air. Air laut di Karimunjawa sangat jernih dan bening, sehingga Anda bisa melihat dasar laut dengan jelas. Bagi Anda yang hobi memancing, Anda juga bisa melakukannya di beberapa pulau di Karimunjawa.

Untuk mengunjungi pulau-pulau yang ada di Karimunjawa, Anda bisa menggunakan perahu nelayan. Waktu yang diperlukan tidak terlalu lama untuk mengunjungi beberapa pulau sekaligus karena letaknya yang tidak berjauhan. Ada pula perahu yang dilengkapi dengan kaca pada bagian bawah perahu (glass bottom boat) yang cocok bagi Anda yang tidak bisa berenang dan tdk bisa menggunakan snorkling tetapi ingin tetap melihat dan menikmati keindahan terumbu karang beserta ikan-ikan hiasnya yang menawan.

Karimunjawa sejak tahun 2001 memiliki nama resmi Taman Nasional Karimunjawa. Taman Nasional Karimunjawa terdiri atas gugusan 27 buah pulau kecil, dengan 5 buah pulau yang sudah berpenduduk di kepulauan ini, karimunjawa archipelago yang asri nan indah

Pulau yang sudah berpenduduk yaitu Pulau Genting, Pulau Kemujan, Pulau Karimunjawa, Pulau Nyamuk, dan Pulau Parang. Sebagian besar pulau di karimunjawa archipalago memiliki pantai dengan pasir putih, air jernih dan terumbu karang menawan

Pulau-pulau yang menjadi favorit untuk dikunjungi para turis karena keindahan alamnya antara lain Pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Cemara Kecil, dan Tanjung Gelam yang berada di bagian barat pulau karimunjawa, pulau cilik, pulau tengah, pulau sintok, pulau sruni dan pulau sambangan yang berada di bagian sebelah timun Pulau Karimunjawa, Ayo kita kunjungi pulau-pulau tersebut satu per satu!

  • Pulau Menjangan Besar

    Di Pulau Menjangan Besar terdapat penangkaran ikan hiu. Anda dapat menguji keberanian dengan masuk ke kolam penangkaran mereka dan berenang bersama ikan-ikan hiu ini. Tidak perlu takut, karena hiu di sini cukup jinak dan bersahabat dengan manusia.

  • Di pulau Menjangan besar ini juga ada penangkaran penyu yang mana bila ada penyu yang menetas anda bisa ikut melepas anak penyu ke alam bebas, ini juga sebagai wisata lestari alam yang menanamkan kepada kita bahwa melestarikan alam itu penting artinya bagi kehidupan
  • Pulau Menjangan Kecil

    Pulau Menjangan Kecil pantas dikunjungi karena di perairan sekitar pulau ini terdapat banyak ikan kecil berwarna-warni yang cantik. Pulau ini memiliki pantai dan dasar laut yang indah dengan air yang jernih. Pulau ini cocok bagi Anda yang ingin mencoba snorkeling, kami siapkan camera under water untuk mengabadikan event penting saat anda bercengkrama dg ikan ikan hias, anda bawa roti ikan hias pasti bersahabat

  • Pulau Cemara Kecil dan Pulau Cemara Besar

    Pada kedua pulau ini terdapat banyak pohon cemara yang mungkin menjadi dasar nama kedua pulau ini. Hal unik lainnya adalah adanya daratan pantai dengan pasir putihnya yang menjorok ke laut, sehingga memanjakan kita untuk bermain dan menikmati alamnya

  • Tanjung Gelam

    Tanjung Gelam merupakan Tanjung atau daratan menjorok ke laut, tanjung ini sebetulnya menjadi satu dg pulau karimunjawa tapi kelihatan seperti pulau tersendiri, Tanjung indah dengan hamparan pasir putih dan air laut yang berwarna hijau kebiruan, berpadu dg pohon kelapa yang melambai

Akomodasi di Karimunjawa

Selain menikmati keindahan laut dan pantainya, Anda dapat mengunjungi pasar traditional atau mengunjungi para nelayan yang berhasil mendapat ikan di pasar ikan.

Untuk tempat penginapan, ada beberapa pilihan tempat yang bisa Anda tentukan. Anda dapat menginap di beberapa resort mewah yang ada di pulau-pulau kecil atau juga hotel-hotel dengan tarif yang lebih murah. Beberapa penduduk setempat juga menyewakan rumahnya dengan tarif yang lebih murah lagi. Atau Anda bisa mencoba suasana berbeda dengan menginap di Hotel Duta Karimun Hotel yang berada di pemukiman penduduk, anda bisa berinteraksi dengan masyarakat setempat, walaupun di perkampungan penduduk anda jangan takut, karena di karimunjawa sangat aman, anda akan merasakan kehidupan masyarakat nelayan yang sangat friendly

GEOGRAFIS

KARIMUNJAWA berada di 5.40,39?-5.55,00?LT 110.5,57-110.31,15? BT, luas teretorial 611.625 Ha, Sebelah Utara 120 km dari kota Semarang dg Jarak tempuh sekitar 3,5 jam, atau sebelah Utara Barat Laut 90 km dari kota Jepara dg Jarak tempuh 2,5 Jam ( dg kapal cepat KARTINI 1) atau 5,5 jam dg Fery MURIA,

Karimunjawa dibawah Pemerintahan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Kepulauan Karimunjawa terdiri dari 27 Pulau, Hanya satu Kecamatan yaitu Kecamatan Karimunjawa, dibagi menjadi 3 Desa antara lain :

  1. Desa Karimunjawa berpusat pemerintahan di Pulau Karimunjawa dg membawahi beberapa Pulau yaitu P. Menjangan Kecil, P.Menjangan Besar, Pulau Cemara Kecil, Pulau Cemara Besar P.Geleang, P. Burung, P. Batu, P. Genting, P. Sruni, dan P.Sambangan
  2. Desa Kemojan dg pusat Pemerintahan di Pulau Kemojan yang sekarang sudah menjadi satu dg Pulau karimunjawa dg penghubung terusan sepanjang kurang lebih 2.000 M,Desa Kemojan membawahi P. Bengkoang, P. Mrico, P.Sintok, P.Tengah, P. Cilik, P. Cendekian dan Pulau Gundul
  3. Desa ketiga adalah Desa Parang dg pusat Pemeritahan di Pulau Parang membawahi Pulau Kumbang, Pulau Kembar, P. Nyamuk, P.Katang, Pulau Krakal Besar dan P. Krakal Kecil.

PENDUDUK

Jumlah Penduduk Sesuai Data dari Kantor Camat Karimunjawa Th.2008 adalah 8.868 Jiwa,

Suku di Karimunjawa Terdiri Dari suku Jawa, Madura, Bugis, Bajo, Batak, Ambon, Buton dan ada juga Dayak.

Jawa adalah suku mayoritas di Karimunjawa yaitu berdomisili di Pulau Karimunjawa, Pulau Kemujan, Pulau Parang, Pulau Nyamuk dan Pulau Genting.

Madura berada di Dukuh Legon Cikmas Desa Karimunjawa, dan membaur di Pulau2 lain

Bugis tersentral di Dukuh Telaga Desa Kemujan Walupun membaur juga di Pulau2 lainya

Bajo mebuat komunitas sendiri di Ujung selatan Pulau Karimunjawa lengkap dengan rumah lautnya yang nyentrik dan merupakan daya tarik wisata tersendiri

Adapun suku2 lainya yg ada di karimunjawa membaur dg suku lain namun dalam kehidupan keseharian tidak ada yang membedakan diantara mereka, semua dijalani dg enjoy tanpa ada ketakutan dan kekhawatiran.

Masyarakat karimunjawa adalah masyarakat yang menjujung tinggi norma-norma agama, walau mayoritas muslim dan kristen adalah minoritas tapi kerukunan tetap harmonis,

Walapun banyak suku yang hidup khususnya di Pulau karimunjawa tapi kehidupan bermasyarakat di Karimunjawa benar-benar pantas ditiru oleh Bangsa yang besar ini.

Contohnya pada setiap senja hari kamis pon malam jum’at wage Jam 17.00 WIB sampai selesai diadakan “BARI’AN” atau selamatan tulak bala’, masyarakat karimunjawa membaur jadi satu bukan hanya yang beragama Islam saja tapi yang beragama Kristen juga ikut membawa nasi dg tumpeng kuning, telur dan uborampe selamatan, betapa sejuk hati kami bila sudah demikian, sayangnya efen ini belum bisa dilihat wisatawan karena belum ada kapal yang bermalam pada hari Jum’at malam di Karimunjawa.

sumber : http://www.teguhbs92.co.cc/2009/12/objek-wisata-karimunjawa.html

 

Hewan berbahaya

Berhati-hatilah terhadap beberapa hewan yang ada di pantai maupun diperairan dangkal. Kita akan melihat surga bawah air dengan segala keindahannya, warna yang eksotis dan menyenangkan, tapi jangan lupa bahwa ada sebagian yang berbahaya.

Ubur-Ubur

alt

Sengatan ubur-ubur dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, membuat kulit terbakar dan kemerahan serta menimbulkan pembengkakan. Hindari daerah dimana terlihat ubur-ubur dan JANGAN pernah untuk memegangnya bahkan ubur-ubur yang sudah mati sekalipun.

Anemon

alt

Bentuk tubuh anemon seperti bunga,sehingga juga disebut mawar laut.  Lipatan yang bundar diantara badan dan keping mulut membagi binatang ini kedalam kapitulum di bagian atas dan scapus bagian bawah. Di antara lengkungan seperti leher (collar) dan dasar dari kapitulum terdapat “fossa”. Keping mulut bentuknya datar, melingkar, kadang-kadang mengkerut, dan dilengkapi dengan tentakel kecuali pada jenis Limnactinia, keping mulut tidak dilengkapi dengan tentakel. Beberapa anemon laut dapat bergerak seperti siput, bergerak secara perlahan dengan cara menempel. Sebagian besar anemon laut memiliki sel penyengat yang berguna untuk melindungi dirinya dari predator

Landak Laut / Bulu Babi / Sea Urchin  (Echinoidea)

alt

Merupakan hewan yang biasanya hidup daerah pantai, atas batu karang, dasar laut, dalam lumpurdan muara sungai (dengan membenamkan diri di tanah liat atau di bawah karang). Hewan-hewan yang termasuk kelas ini berbentuk bundar tak berlengan, tetapi memilki duri yang dapat digerakkan.

Ikan Pari

alt

Ikan pari banyak ditemukan dibawah pasir. Karena itu, jangan mengaduk-aduk pasir saat anda bermain-main di pantai. Ikan ini memiliki ekor yang tajam dan berbisa. Ikan ini bukan type yang agresif, bahkan cenderung akan lari menghindari kehadiran manusia. Hanya saja dalam proses ‘pelariannya’ ada kemungkinan ekornya menyabet anggota badan anda.

Ikan Batu / Stone Fish

alt

Ikan batu, Synanceia verrucosa, juga disebut sebagai batu karang atau dornorn, adalah ikan karnivora dengan jarum beracun yang tinggal di dasar terumbu karang, berkamuflase sebagai batu. Ikan ini merupakan ikan paling beracun di dunia..  Ikan ini memiliki panjang sekitar 30-40 cm. Ikan ini boleh dikatakan sangat sedikit bergerak. Bahkan seandainya ada predator didekatnya, dia akan tetap bergeming. Biasanya wisatawan akan secara tidak sengaja menginjak ikan ini. Oleh karena itu, pastikan bahwa anda selalu mengenakan alas kaki dan mengawasi tempat anda mengijakkan telapak kaki anda.

Scorpion Fish

alt

Ikan ini memiliki warna-warni yang indah dan membuat banyak wisatawan ingin memegangnya. JANGAN pernah lakukan itu. Ikan ini tergolong agresif dan memiliki bisa yangI bisa berakibat fatal. Segera menjauh perlahan-lahan apabila anda melihat ikan ini dalam jarak yang sangat dekat.

Selamat berlibur, selamat bersenang-senang. Nikmati keindahan wisata karimunjawa dengan bertanggung jawab. Sampai bertemu di Karimunjawa

salam kami “cinta wisata”

 

27 Pulau di Karimunjawa

1. Pulau Karimunjawa*
2. Pulau Kemojan*
3. Pulau Parang*
4. Pulau Nyamuk*
5. Pulau Genting*
6. Pulau Menjangan Besar (Atambua Resort)
7. Pulau Menjangan Kecil
8. Pulau Cmara Besar

9. Pulau Cemara Kecil
10. Pulau Gleyang
11. Pulau Burung

12. Pulau Bengkoang
13. Pulau Menyawakan(Kura-kura Resort)
14. Pulau Kembar
15. Pulau Katang
16. Pulau Krakal Besar
17. Pulau Krakal Kecil
18. Pulau Sintok
19. Pulau Mrico/Mrican
20. Pulau Tengah
21. Pulau Pinggir
22. Pulau Cilik/Kecil

23. Pulau Gundul
24. Pulau Seruni
25. Pulau Sambangan
26. Pulau Cendikian
27. Pulau Kumbang

Keterangan: Yang ada tanda bintang (*) adalah pulau yang berpenghuni

Taman Nasional karimunjawa

Kawasan Karimunjawa pada awalnya merupakan kawasan Cagar Alam Laut berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 123/Kpts-II/1986 tanggal 9 April 1986.  Kemudian melalui Surat Menteri Kehutanan No.161/Menhut-II/1988 tanggal 23 Pebruari 1988, kawasan tersebut dinyatakan sebagai taman nasional. Setelah itu, melalui SK  Menteri Kehutanan No.78/ Kpts-II/1999, tanggal 22 Pebruari 1999 ditetapkan sebagai taman nasional dengan nama Taman Nasional Karimunjawa. Taman Nasional Karimunjawa memiliki luas 111.625 Ha meliputi 22 pulau. Pengelolaan ekosistem kawasan Taman Nasional Karimunjawa berdasarkan  Keputusan Menteri Kehutanan No. 6186/Kpts-II/2002.  Pengelolaan Taman Nasional Karimunjawa yang menyangkut pemantapan kawasan dilaksanakan yaitu dengan dilakukannya penataan batas kawasan konservasi perairan  Taman Nasional Karimunjawa pada tahun 2000 oleh panitia tata batas yang diangkat berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jepara No. 660.1/60 tahun 2000 tanggal 29 Februari 2000.  Berita acara tata batas kawasan pelestarian alam perairan Taman Nasional  Karimunjawa sampai dengan tahun 2002 sudah dapat diselesaikan. Penataan luar batas kawasan perairan dilaksanakan pada tahun 2000 yaitu dengan dipasangnya 2 buah rambu suar masing-masing di Pulau Sintok di sebelah Timur dan Pulau Bengkoang di sebelah Utara kawasan dan 4 titik referensi masing-masing di Tanjung Pudak Pulau Karimunjawa sebelah Selatan, Pulau

Bengkoang di sebelah Utara, Pulau Nyamuk dan P. Kembar di sebelah Barat. Selain itu untuk kawasan darat (hutan dan sebagian Pulau Kemujan, telah dilaksanakan tata batasnya pada tahun 1998 dan telah dikukuhkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 72/Kpts-II/1998. Penataan mintakat yang ditetapkan tahun 1990 sudah tidak relevan lagi karena perkembangan kerusakan sumber daya alam dan dinamika masyarakat di sekitar kawasan, sehingg mintkat yang ada perlu ditinjau ulang.

Dasar pertimbangan revisi zona antara lain adalah adanya kerusakan ekosistem pada  kawasan zona inti perairan. Disamping itu penetapan zona inti perairan tahun 1990 belum mengakomodasikan keperluan masyarakat untuk memenuhi mintakat ini telah diusulkan sejak tahun 1998.

Keputusan Direktorat Jenderal PHKA No. SK.79/IV/Set-3/2005 tanggal 30 Juni 2005 tentang Revisi Mintakat/Zonasi TN Kepulauan Karimunjawa.  Zonasi / mintakat  di TN Karimunjawa seluas 111.625 hektar adalah sebagai berikut:

  1. Zona inti seluas 444,629 hektar meliputi sebagian perairan P. Kumbang, Peraitan Taka Menyawakan, perairan Taka malang dan perairan Tanjung Bomang.
  2.  Zona Perlindungan seluas 2.587,711 hektar meliputi hutan tropis dataran rendah dan hutan mangrove serta wilayah perairan Pulau Geleang, P. Burung, Tanjung Gelam, Pulalau Sintok, P. Cemara kecil, P. Katang, Gosong Selikur, Gosong Tengah.
  3. Zona Pemanfaatan Pariwisata seluas 1.226,525 hektar meliputi perairan P. Menjangan Besar, P. Menjangan Kecil, P. Menyawakan, P. Kembar, sebelah timur P. Kumbang, P. Tengah, P. Bengkoang, Indonor dan Karang Kapal.
  4. Zona Pemukiman seluas 2.571,546 hektar meliputi P. Karimunjawa, P. Kemujan, P. Parang dan P. Nyamuk.
  5. Zona Rehabilitasi seluas 122,514 hektar meliputi perairan sebelah timur P.Parang, sebelah timur P. Nyamuk, sebelah barat P. Kemujan dan sebelah barat P. Karimunjawa.
  6. Zona Budidaya seluas 788,213 hektar meliputi perairan Pulau Karimunjawa, P. Kemujan, P. Menjangan Besar, P. Parang dan P. Nyamuk.
  7. Zona Pemanfaatan Perikanan Tradisional seluas 103.883,862 hektar meliputi seluruh perairan diluar zona yang telah ditetapkan yang berada di dalam kawasan TN Karimunjawa.

Peruntukan dari masing-masing zona adalah sebagai berikut :

·         Zona Inti adalah zona yang mutlak harus dilindungi karena di dalamnya tidak diperbolehkan adanya perubahan apapun oleh aktivitas manusia. Kegiatan yang diperbolehkan hanya yang berhubungan untuk kepantingan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian, kegiatan inventarisasi, pemantauan potensi, perlindungan dan pengamanan.

·         Zona Perlindungan adalah zona yang diperuntukkan untuk melindungi zona inti, yang merupakan areal untuk mendukung upaya perlindungan spesies, pengembangbiakan alami jenis-jenis satwa liar, termasuk satwa migran serta proses-proses ekologis alami yang terjadi di dalamnya. Kegiatan yang diperbolehkan adalah yang berhubungan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, pendidikan, penelitian, dan pemanfaatan secara terbatas melalui perijinan khusus.

·         Zona Pemanfaatan Pariwisata adalah zona yang dikembangkan untuk kepentingan kegiatan wisata alam bahari dan wisata alam lain yang ramah lingkungan. Pada kawasan tersebut dapat sikembangkan sarana prasaran rekreasi dan pariwisata alam yang ramah lingkungan melalui perijinan khusus.

·         Zona Pemukiman adalah zona yang diperuntukkan untuk kepntingan pemulihan kondisi ekosistem terumbu karang yang telah mengalami kerusakan sekitar 75%. Kegiatan rehabilitasi ekosistem terumbu karang diupayakan menggunakan bahan-baha/substrat sealami mungkin.

·         Zona Budidaya adalah zona yang diperuntukkan untuk kepentingan budidaya perikanan seperti budidaya rumput laut, karamba jaring apaung dll oleh masyarakat setempat dengantetap memperhatikan aspek konservasi.

·         Zona Pemanfaatan Perikanan Tradisional adalah zona yang diperuntukkan untuk kepentingan pemanfaatan perikanan yang sudah berlangsung turun temurun oleh masyarakat setempat dengan menggunkan peralatan atau sarana prasarana pemanfaatan yang ramah lingkungan.

Sumber: http://karimunjawanationalpark.org

 

5 situs bawah air ditemukan di perairan Karimunjawa

 POTENSI PENINGGALAN benda cagar budaya (BCB) bawah air di perairan Indonesia relatif banyak, mencapai sedikitnya 500 situs. Kini, Direktorat Peninggalan Bawah Air (PBD), Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI tengah mengidentifikasi potensi penggalan bawah air di wilayah Karimunjawa. Kepala Seksi Survei pada Subdit Eksplorasi, Direktorat PBA, Desse Yussubrastra mengatakan, kegiatan di Karimunjawa berlangsung selama 10 hari, bertujuan untuk menghasilkan data awal yang dapat dijadikan bahan rujukan untuk perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan potensi peninggalan bawah air di wilayah Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. 

“Dari dokumen dan arsip, serta informasi yang diperoleh, perairan Karimunjawa telah menjadi jalur transportasi sejak ratusan tahun lalu dan terdapat bangkai kapal-kapal tenggelam yang diduga memiliki nilai historis yang penting,” katanya, Senin (26/4/2010) di Jakarta.

Dari kegiatan identifikasi, tim survei Direktorat PBA berhasil mendata lima lokasi situs dengan karakteristik yang berbeda, baik jenis temuan, kedalaman, arus, dan jarak pandang. Alat survei yang digunakan adalah magnetometer dan GPS Map Sounder. Berdasarkan data yang terekam kedua alat tersebut, tim melakukan penyelamatan untuk mengidentifikasi langsung dan pendokumentasian.

Desse menjelaskan, hasil identifikasi di lapangan menunjukkan bahwa dua lokasi yaitu Kapal Indonor di Kemojan dan temuan fragmen kremaik di perairan Pulau Genting berpotensi untuk menjadi lokasi yang memiliki nilai historis dan dapat dikembangkan menjadi lokasi wisata budaya dan edukasi yang menarik serta atraktif. Penilaian ini masih bersifat sementara dan harus ditindaklanjuti dengan kajian lebih lanjut.

Sedangkan untuk temuan kapal kayu di perairan Manjangan Kecil dan Pulau Seruni walaupun usianya masih relatif baru, kedua lokasi ini dapat dikembangkan menjadi lokasi wisata budaya (weckdiving) yang menarik untuk ditawarkan kepada wisatawan asing dan domestik, ungkapnya.

Sementara untuk lokasi di pulau Geleang, masih dibutuhkan indentifikasi lebih lanjut karena posisi bangkai kapal tergolong dalam, melebihi 43 meter dan jarak pandang amat terbatas (kurang dari 1 meter).

Menurut Desse, peninggalan bawah air dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai tujuan wisata bahari yang dapat menjadi salah satu alternatif pembangunan perekonomian daerah. Untuk meningkatkan sumber daya tarik dan perkembangan wisata, semua pemangku kepentingan harus sadar bahwa menyatukan prinsip-prinsip pembangunan perkelanjutan harus sadar bahwa betapa pentingnya menyatukan prinsip-prinsi p pembangunan berkelanjutan pada perencanaan yang matang dan konsisten pada implementasinya.

Pengembangan potensi wisata arkeologi bawah air ini selain menguntungkan penduduk lokal, juga membantu pelestarian warisan budaya di lokasi tujuan wisata.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Peninggalan Bawah Air, Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Surya Helmi, membenarkan temuan tim survey di perairan Karimunjawa tersebut.

“Hasil interpretasi arkeologi menjadi data penting bagi penulisan sejarah lokal, karena akan melengkapi dan memperkuat akurasi data-data tertulis (dokumen) yang digunakan sebagai acuan penulisan sejarah,” katanya.

Untuk pengembangan temuan tim survei menjadikan situs kapal tersebut sebagai obyek wisata, pemerintah daerah setempat perlu belajar dengan masyarakat Tulamben, Karangasem, Bali, yang sangat memperhatikan kelestarian peninggalan arkeologi berupa kapal tenggelam, yaitu kapal USAT Liberty, sebuah kapal kar go milik Amerika Serikat. Kapal tersebut mengangkut peralatan perang dan karam karena dilumpuhkan oleh torpedo kapal selam milik Jepang I-166, di Selat Lombok pada 11 Januari 1942, dalam Perang Dunia II.

“Masyarakat merasa perlu melestarikan obyek ini agar tidak rusak karena ulah manusia, sehingga terciptalah aturan-aturan yang di Bali dikenal dengan istilah awig-awig, antara lain tercantum berupa larangan tidak boleh memancing pada radius 100 meter dari lokasi kapal tenggelam. Larangan bagi siapa pun untuk mengambil atau memanfaatkan sisa-sisa kapal rusak untuk kepentingan komersial. Larangan untuk menghancurkan terumbu karang yang tumbuh dan berkembang pada dinding-dinding kapal yang telah menjadi habitar dari terumbu karang, dan sejumlah larangan lainnya,” ungkap Surya Helmi.